
Sabtu 8 angustus 2026
KLAPANUNGGAL,INFOCOM BOGOR, co.id. – Kegiatan penambangan bahan galian C berupa batu kapur di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menimbulkan keluhan luas dari warga. Aktivitas eksploitasi dan lalu lintas padat truk pengangkut material terbukti merusak parah jalan desa yang menjadi akses utama warga.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan rusak berat. Aspal retak, berlubang besar dan dalam, serta pinggiran jalan terkikis hingga longsor. Saat kemarau debu tebal beterbangan mengganggu pernapasan, sedangkan saat hujan jalan berubah becek, licin dan sulit dilalui.
Kerusakan terjadi karena jalan desa tidak dibangun untuk menahan beban kendaraan berat yang setiap hari membawa muatan batu kapur dari lokasi tambang.
“Setiap hari lewat jalan ini sangat susah. Lubang makin besar, kalau hujan lumpur, kalau panas debunya tebal. Kami berharap ada pihak yang bertanggung jawab segera memperbaiki dan merawat jalan ini,” ujar salah satu warga Desa Lulut.
Warga meminta pengelola tambang bertanggung jawab, segera melakukan perbaikan dan perawatan jalan, serta membatasi jam operasional dan muatan kendaraan. Warga juga mendesak Pemerintah Desa, Kecamatan dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan agar kegiatan tambang sesuai aturan.
Pemerintah Desa Lulut menyatakan akan segera memanggil pengelola tambang, Kecamatan Klapanunggal, Dinas Bina Marga dan Dinas ESDM Kabupaten Bogor untuk mencari penyelesaian bersama.
Lebih lanjut, warga juga memohon kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi agar menindak tegas para pengusaha yang merusak lingkungan hidup demi kepentingan pribadi.(zak)