Jumat, 23 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
MEDIA ONLINE INFOCOM BOGOR.CO.ID, TAJAM, LUGAS, UPDATE, INDEPENDEN, DAPAT DI PERCAYA. NOMOR : AHU-040723.AH.01.30.TAHUN 2025
INFOCOM BOGOR pada Politik
26 Sep 2026 16:56 - 2 menit reading

CPNS, gelombang II ,2026 tewas saat Mengikuti Platihan Komcad,Stop Sistem Milterisasi Pada ranah sipil

Jumat 26 september 2026


BOGOR,INFOCOM BOGOR—Seorang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Kementerian EKRAF gelombang II dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian
pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) tahun 2026.

Korban diketahui lahir pada 1998 dan
berusia 28 tahun.
Rangkaian pelatihan tersebut telah berlangsung sejak 15 Agustus 2026 dan dijadwalkan
berakhir pada 29 September 2026.

Artinya, korban meninggal hanya beberapa hari menjelang
agenda penutupan pelatihan yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan.


Selama mengikuti pelatihan, peserta menjalani berbagai kegiatan pembinaan fisik dan
kedisiplinan dengan pola aktivitas yang cukup padat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,
peserta umumnya mulai bangun sekitar pukul 04.00, sedangkan pada agenda tertentu,
termasuk gladi, aktivitas dapat dimulai sekitar pukul 03.00. Waktu istirahat malam berada di
kisaran pukul 22.00 hingga 23.00.


Pola tersebut membuat peserta menjalani aktivitas fisik dan kedisiplinan dengan waktu
pemulihan yang relatif terbatas.

Meski bentuk dan intensitas pembinaan fisik dapat berbeda
pada masing-masing pusat pendidikan (pusdik), kegiatan secara umum mencakup latihan
fisik dan pembentukan kedisiplinan dengan pola yang menyerupai pelatihan militer.


Kondisi ini menjadi perhatian setelah salah satu peserta meninggal dunia. Kelelahan fisik
akibat rangkaian latihan yang berlangsung intensif selama berminggu-minggu menjadi salah
satu aspek yang perlu dilihat dalam memahami kondisi korban sebelum meninggal.

Terlebih,
korban berada dalam rangkaian pelatihan yang telah berjalan sejak pertengahan Agustus dan
memasuki tahap akhir pada September.


Peristiwa tersebut kembali membuka pembicaraan mengenai pelaksanaan pelatihan dengan
pendekatan militer bagi warga sipil, khususnya bagi peserta CPNS. Pelatihan yang bertujuan
membentuk kedisiplinan dan kesiapsiagaan tetap perlu memperhatikan kemampuan fisik
peserta, waktu pemulihan, kondisi kesehatan, serta aspek keselamatan selama kegiatan
berlangsung.


Hingga saat ini, kronologi lengkap mengenai kondisi korban sebelum meninggal, termasuk
aktivitas yang dijalani korban pada hari kejadian dan penanganan medis yang diberikan,
menjadi bagian penting untuk diketahui secara terbuka. Informasi tersebut diperlukan agar
peristiwa meninggalnya peserta tidak berhenti sebagai kabar duka, tetapi juga menjadi bahan
evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan

(Tim red)